Tampilkan postingan dengan label dongeng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dongeng. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Februari 2015

Kisah Penebang Kayu


Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin. 

Saat mulai bekerja, majikan memberi sebuah kapak dan menunjukkan area yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.  Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon.

Jumat, 24 Oktober 2014

Kurcaci Berkaki Raksasa


Di dunia kurcaci, jarang ada kurcaci berkaki super besar sepertinya.
 
Ruben harus duduk di bangku khusus di depan kelas, karena kakinya tak cukup di bawah meja.
 
Ruben juga tak bisa bermain lompat tali, atau mengejar kunang-kunang.
 
Para tetangga pasti akan berteriak, “Berhentilah lari, Ruben si kaki raksasa ! Anak-anak kecil ketakutan mendengar bunyi kakimu!”

Kamis, 23 Oktober 2014

Matahari dan Rembulan


Setiap hari Matahari dan Bulan bergantian menyinari bumi. Matahari bertugas di siang hari dengan sinarnya yang hangat. Kadang-kadang amat menyengat. Sedangkan Bulan, menerangi kegelapan malam dengan cahayanya nan lembut.
    
Di suatu senja yang gerah, Matahari berkeluh kesah. Wajahnya yang bundar nampak kemerah-merahan.
    
“Oh, panas sekali! Aku tak tahan terus-terusan seperti ini. Sementara di bawah sana, makhluk bumi bersuka ria menikmati kehangatan sinarku!”

Kamis, 16 Oktober 2014

Kecerdikan Ayam Jantan


Suatu senja saat matahari mulai tenggelam, seekor ayam jantan terbang ke dahan pohon untuk bertengger. Sebelum dia beristirahat dengan santai, dia mengepakkan sayapnya tiga kali dan berkokok dengan keras. Saat dia akan meletakkan kepalanya di bawah sayap-nya, mata nya menangkap sesuatu yang berwarna merah dan sekilas hidung yang panjang dari seekor rubah.

"Sudahkah kamu mendengar berita yang bagus?" teriak sang Rubah dengan cara yang sangat menyenangkan dan bersemangat.

Snow White


Di suatu pertengahan musim dingin, ketika salju berjatuhan dari langit seperti bulu, seorang ratu duduk menjahit di dekat jendela. Rangka kayu yang digunakan untuk membordir terbuat dari kayu ebony yang hitam pekat. Sambil membordir, sang Ratu menatap salju yang turun dan tanpa sengaja jarinya tertusuk oleh jarum sehingga tiga tetes darahnya jatuh membasahi salju. Saat ia melihat betapa terang warna merahnya, ia berkata kepada dirinya sendiri, "Saya berharap mempunyai anak yang putih seperti salju, merah seperti darah, dan hitam seperti kayu ebony!".

Tidak lama setelah itu, sang Ratu melahirkan seorang putri yang kulitnya putih seputih salju, bibirnya merah semerah darah, dan rambutnya hitam sehitam kayu ebony , dan diberinya nama Putri Salju. Saat sang Putri lahir, sang Ratu pun meninggal dunia.

Rabu, 07 November 2012

Monyet dan Angin


Seekor monyet sedang nangkring di pucuk pohon kelapa. Dia tidak menyadari bahwa 3 angin gede sedang mengintipnya, Angin Topan, Angin Tornado dan Angin Bahorok. 3 angin itu rupanya sedang berdiskusi, siapa gerangan yang bisa paling cepat menjatuhkan si monyet dari pohon kelapa.

Angin Topan bilang, cuma perlu waktu 45 detik. Angin Tornado tidak mau kalah, 30 detik! Angin Bahorok senyum ngeledek dan bilang,15 detik juga jatuh tuh monyet.


Akhirnya satu persatu angin itu maju. Angin TOPAN mulai duluan, dia tiup sekenceng-kencengnya, wuuusss… Merasa ada angin gede datang, si monyet langsung memegang batang pohon kelapa, dia pegang sekuat-kuatnya. Beberapa menit lewat, si monyet tidak jatuh juga. Angin Topan pun menyerah.

Senin, 15 Oktober 2012

Berkah Kejujuran

Di sebuah desa yang terpencil, tersebutlah seorang petani tua bernama, Kalinda. Kalinda hidup sangat sederhana. Sehari-hari ia hanya mengandalkan kemampuannya mencangkul untuk membantu menggarap sawah orang lain. Keadaan Kalinda sebenarnya serba kekurangan, tapi ia tak pernah mengeluh. Ia bekerja dengan riang gembira. Satu-satunya harta Kalinda yang paling berharga adalah cangkulnya. Karena dengan cangkulnyalah Kalinda dapat mencari makan untuk sehari-hari.

”Wah...hari ini aku menggemburkan tanah dan menanam cukup banyak padi. Semoga imbalannya cukup untuk aku makan sampai esok....Hhh...melelahkan juga...mungkin ada baiknya aku beristirahat di dekat kali sebentar.” Kalinda berkata dalam hati. ”Aah...nyaman sekali di sini...rimbun dan sejuk...cocok sekali untuk beristirahat setelah seharian di sawah...” Kalinda berkata sambil bersantai di pinggir kali.

Sabtu, 13 Oktober 2012

Mengapa Kura-kura Berjalan Lambat?

Di sebuah kerajaan hutan, hiduplah para hewan dengan aman dan damai. Pemimpin mereka adalah Siga si Raja Hutan yang adil dan bijaksana. Wah, kebetulan hari ini adalah ulang tahun Raja Siga. Semua warga hutan sedang mempersiapkan pesta besar! 

”Selamat pagi, Bu Mia Kucing. Ini undangan untuk hadir di pesta ulang tahun Raja Siga. Permisi.” Raku si Kura – Kura langsung melesat pergi secepat angin setelah menyerahkan undangan ke Mia si Kucing. ”Uh Raku, belum sempat aku ucapkan terima kasih, dia sudah pergi jauh. Memang cocok sekali Siga si Raja Hutan menyuruh Raku untuk menyebar undangan. Larinya kan cepat sekali.” Ujar Mia si Kucing. 

Senin, 08 Oktober 2012

Cerita Tentang Jari

Anakku, apakah kamu tahu nama masing-masing jari di tangan kalian? Hayo, coba disebutkan satu-satu: ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, jari manis, dan jari kelingking. Hebat! Kelima jari ini bentuknya berbeda-beda, dan semua punya tugas masing-masing. Eh eh, tapi ada suara apa ya itu? Sepertinya para jari sedang bertengkar. Wah wah, ada apa ya ini?

“Akulah yang paling hebat!” Ibu jari berkata dengan suara lantang. ”Aku! Akulah yang paling berguna!” Telunjuk tidak mau kalah. ”Ah kalian tak akan mengalahkanku. Aku yang terpenting.” Jari Manis juga ikut tidak mau kalah. ” Hey hey, dengarkan, akulah yang dibutuhkan manusia!” Kelingking tiba – tiba ikut membanggakan dirinya. ”Hey, hey, mengapa kalian bertengkar? Apa yang terjadi, ibu jari?” Jari Tengah berusaha menenangkan mereka.

Minggu, 07 Oktober 2012

Lobak Raksasa

Pada jaman dahulu kala, di sebuah negeri yang subur dan makmur, hidup dua orang kakak beradik yang sifatnya sungguh berbeda satu sama lainnya. Si Sulung adalah seorang pedagang yang kaya raya, tapi ya ampun... sungguh kikir dan sombong. Sedangkan si Bungsu adalah petani lobak yang hidup sederhana, tapi amat baik dan tulus. Nah, suatu hari, Raja yang memimpin negeri itu berulang tahun. Semua orang sibuk mempersiapkan pesta dan hadiah ulang tahun untuk sang raja. Termasuk si Sulung dan si Bungsu. 

”Hey, Bungsu. Kau sudah dengar bahwa raja akan berulang tahun pekan depan?” si Sulung menyapa si Bungsu. ”Ya, aku sudah dengar, tapi aku bingung..” si Bungsu kebingungan sambil garuk – garuk kepala. 

Kamis, 04 Oktober 2012

Dasar Tidak Tahu Berterima Kasih

Pada zaman dahulu hiduplah seorang petani sederhana bersama istrinya yang cantik. Petani itu selalu bekerja keras, tetapi istrinya hanya bersolek dan tidak mempedulikan rumah tangganya. Mereka tinggal di rumah yang sangat sederhana dan hidup dari hasil pertanian sebagaimana layaknya keluarga petani. Sang istri yang cantik itu tidak puas dengan keadaan mereka. Dia merasa, sudah selayaknya jika suaminya berpenghasilan lebih besar supaya dia bisa merawat kecantikannya. Untuk memenuhi tuntutan istrinya, petani itu bekerja lebih keras. Namun, sekeras apa pun kerja si petani, dia tak mampu memenuhi tuntutan istrinya.

Kamis, 27 September 2012

Kisah Bunga Kemuning


Dahulu kala, ada seorang raja yang memiliki sepuluh orang puteri yang cantik-cantik. Sang raja dikenal sebagai raja yang bijaksana. Tetapi ia terlalu sibuk dengan kepemimpinannya, karena itu ia tidak mampu untuk mendidik anak-anaknya. Istri sang raja sudah meninggal ketika melahirkan anaknya yang bungsu, sehingga anak sang raja diasuh oleh inang pengasuh. Puteri-puteri Raja menjadi manja dan nakal. Mereka hanya suka bermain di danau. Mereka tak mau belajar dan juga tak mau membantu ayah mereka. Pertengkaran sering terjadi di antara mereka.
Kesepuluh puteri itu dinamai dengan nama-nama warna. Puteri Sulung bernama Puteri Jambon. Adik-adiknya dinamai Puteri Jingga, Puteri Nila, Puteri Hijau, Puteri Kelabu, Puteri Oranye, Puteri Merah Merona dan Puteri Kuning, Baju yang mereka pun berwarna sama dengan nama mereka. Dengan begitu, sang raja yang sudah tua dapat mengenali mereka dari jauh. Meskipun kecantikan mereka hampir sama, si bungsu Puteri Kuning sedikit berbeda, ia tak terlihat manja dan nakal. Sebaliknya ia selalu riang dan dan tersenyum ramah kepada siapapun. Ia lebih suka berpergian dengan inang pengasuh daripada dengan kakak-kakaknya.

Selasa, 26 Juni 2012

Kisah Burung Kuntul


Nun jauh di bagian utara, ada sebuah kerajaan salju, musim dingin di sana sangat panjang, dan hampir sepanjang tahun diselubungi salju. Sedangkan musim panas sangat pendek, dalam sekejap telah berlalu.

Raja Salju adalah seorang raja yang arif bijaksana, ia mempunyai seorang putri yang cantik yaitu Putri Salju, ia sama seperti ayahandanya baik, karena acap kali memberitahu: “Hanya orang yang berhati baik, baru bisa mendapatkan kebahagiaan yang hakiki.”

Setiap hari, saat Putri Salju bersantai, pasti akan berdiri di depan sebuah jendela besar istana kerajaan memandang ke luar. Di pandang dari sana, bisa melihat salju, laut yang telah membeku menjadi gumpalan es, setiap pada saat demikian, ia akan teringat musim panas yang indah, rerumputan yang hijau segar dan sederetan perumpung yang dilalui kuntul yang indah di bawah langit biru, terbayang akan pernikahannya yang akan segera tiba.

Jumat, 23 Maret 2012

Kesatria Galau

Dahulu kala di negeri Spanyol ada seorang kesatria yang dikenal paling tampan dan perkasa. Dia suka menolong. Tak ada yang bisa menghalanginya menolong gadis-gadis malang atau membebaskan anak yatim dari ayah tiri yang kejam.

Dia suka mengembara, mendaki gunung-gunung, menuruni lembah, membunuh penyamun-penyamun, dan membuat orang-orang jahat gemetar ketakutan.


Badannya tegap, perkasa setiap orang tahu bahwa dia tak gentar menghadapi segala macam bahaya.


“Tunjukkan padaku suatu petualangan,” dia akan selalu berkata begitu, “Maka akan kutunjukkan bagaimana caranya menghunus pedang, menunggang kuda dan mengalahkan musuh.”

Value of Truthfulness

Dahulu kala, ada seorang raja tua. Raja tidak punya anak laki-laki yang bisa menggantikannya sebagai raja. Ini membuat hati raja sangat sedih. Ia memutuskan untuk mengangkat seorang anak laki-laki yang bisa menjadi ahli warisnya.

Pada suatu hari, raja berpikir keras bagaimana cara menemukan seorang anak di negerinya yang pantas dijadikan anak angkatnya. Akhirnya, raja mendapat ide.


Raja memberikan benih-benih tanaman kepada semua anak laki-laki di negerinya. Lalu, raja mengumumkan bahwa barang siapa berhasil menumbuhkan bunga-bunga yang paling cantik dari benih itu, ia akan diangkat menjadi anak dan ahli warisnya.

Minggu, 11 Maret 2012

Ikan Ajaib


Pada zaman dahulu, di sebuah negeri yang terletak di Timur Tengah (Arabia) ada seorang raja yang suka bersantap dengan makanan yang lezat dan nikmat.
Suatu ketika Raja ingin bersantap dengan hidangan ikan yang lezat. Para pelayan dikerahkan untuk mengumpulkan ikan sebanyak-banyaknya.
Ikan itu dikumpulkan di dapur istana. Seorang pelayan melihat ada ikan kecil yang manis sekali diantara kumpulan ikan di dapur, ikan kecil itu ternyata masih hidup. Si pelayan merasa kasihan.
Dia berpikir, jumlah ikan sangatlah banyak, tentu Raja tidak akan merasa kehilangan jika ia mengambil ikan kecil itu. Lalu dimasukkannya ikan itu ke dalam jambangan.

Senin, 05 Maret 2012

Dog and Goat


Pada suatu masa, seorang raja berkata kepada menterinya, “Jika kita bicara tentang produktivitas, sepertinya anjing lebih produktif daripada kambing. Tetapi, mengapa kita hanya melihat kawanan kambing, bukan kawanan anjing? Bisa kamu jelaskan itu?”

Menteri yang cerdas itu pun menjawab, “Tuanku, izinkan aku mengadakan percobaan dan Tuanku akan tahu apa alasannya.”

Malam harinya, menteri mengunci dua puluh ekor anjing di dalam sebuah rumah, dengan sekeranjang daging. Di sebuah rumah lain, menteri mengunci dua puluh ekor kambing dengan sekeranjang penuh jerami. Menteri memerintahkan agar kedua rumah itu dikunci dan dijaga dengan ketat. Lalu, kata menteri kepada raja, “Tuanku, besok pagi Tuanku akan mendapatkan jawabannya.”

Rabu, 08 Februari 2012

Wolf and Crane

Dahulu kala, ada seekor serigala yang selalu melahap makanannya yang rakus, seperti hewan kelaparan selama bertahun-tahun. Pada suatu hari, ketika sedang melahap mangsanya, dia begitu tergesa-gesa, sampai-sampai ada tulang yang tersangkut di tenggorokannya dan hampir membuatnya mati tersedak. Serigala tidak kuat lagi menahan sakitnya, maka dia meminta bantuan dari seekor burung bangau betina.
Kata serigala, ” Kalau kamu bisa mengeluarkan tulang dari tenggorokkanku, aku akan memberimu imbalan yang besar.”
Mendengar bahwa akan menerima imbalan, burung bangau langsung bekerja. Burung bangau menjulurkan lehernya ke dalam tenggorokan serigala dan mengeluarkan tulang itu.
Serigala berbalik untuk pergi. Ketika burung bangau menanyakan imbalannya, serigala menyeringai padanya dengan raut muka ganasnya seraya mengatakan, ” Yang benar saja? Baru saja kutunjukkan kebaikan hatiku padamu, dengan membiarkanmu melepaskan kepalamu dengan selamat dari mulutku. Dan itu sudah imbalan yang besar untukmu!”
Burung bangau tercekat.

Selasa, 07 Februari 2012

The Story of a Cup


Sebuah cangkir berbicara kepada piring kecil tatakannya,  “Aku tidak mengerti, mengapa kamu berbaring di bawahku. Orang memakaiku untuk menampung air panas atau  air dingin. Tetapi apa yang kamu lakukan? Kamu benar-benar tidak berguna!”
Tak lama kemudian, seseorang menuangkan air panas ke dalam cangkir dan menaruh cangkir itu di atas meja.
Seorang anak kecil mengulurkan tangan seenaknya, meraih cangkir itu untuk diminum airnya. Cangkir terlalu panas, sehingga anak itu berteriak kesakitan serta menjatuhkan cangkir itu  ke lantai.
Cangkir jatuh ke lantai dan pecah berkeping-keping. Sambil memandangi cangkir yang sudah pecah itu, piring kecil mengatakan, ” Kalau tadi aku menopangmu, tangan anak itu tidak akan kepanasan dan ia takkan menjatuhkanmu.”

Dancing Bear



Dahulu kala, ada seekor beruang yang mengikuti majikannya dan menampilkan berbagai atraksi kemanapun mereka pergi. Beruang ini sangat pintar menari dan majikannya memperoleh banyak uang dari bakat beruang.
Suatu hari, beruang kabur dari majikannya dan kembali ke hutan. Teman-teman lamanya menyambutnya dengan hangat dan mempersiapkan banyak makanan baginya.
Beruang sudah pernah berkunjung ke luar negeri dan berbagai pelabuhan. Dia menceritakan banyak hal kepada mereka tentang petualangannya di negeri-negeri itu. Dia mulai merasa bersemangat dan mulai memamerkan bakatnya, berdiri dengan dua kaki dan mulai menari. Teman-temannya terkesan melihat gerakan anggun itu.